CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Senin, 25 September 2017

Novel Simpele Miracles karya Ayu Utami Rp 25.000 di Eng & Ostra Book Shop

Eng & Ostra Book Shop: Kucing Jual Buku mulai 17.000 sampai 25 rb. Inbok Wa 085272150869

Buku pertama seri ini adalah kisah nyata satu keluarga; satu anggota dapat berkomunikasi dengan arwah; seorang lagi berusaha bersikap kritis nemun terbuka terhadap gejala itu. Seauatu ketika si pelihat mengebutkan jadwal ibunda tercinta. Ibu akan meninggal pukul delapan tiga hari lagi.

Novel Simpele Miracles karya Ayu Utami Rp 25.000 di Eng & Ostra Book Shop

Eng & Ostra: Kucing Jual Buku mulai 17.000 sampai 25 rb. Inbok bbm 58428E9B /  Wa 085272150869

Buku pertama seri ini adalah kisah nyata satu keluarga; satu anggota dapat berkomunikasi dengan arwah; seorang lagi berusaha bersikap kritis nemun terbuka terhadap gejala itu. Seauatu ketika si pelihat mengebutkan jadwal ibunda tercinta. Ibu akan meninggal pukul delapan tiga hari lagi.

Minggu, 24 September 2017

Buku Bagus dan Terjangkau Serba 17.000 - 25 rb di Eng & Ostra Book Shop

Eng & Ostra, Kucing Jual Buku

Judul Buku : Burn
                    Pelayaran Terselubung
Penulis        : Linda Howard
Harga buku:  Rp 25.000

Mau beli Inbok Wa 085272150869...

Setelah memenangkan undian lotre, Jenner Redwine tidak pernah merasa bisa diterima di lingkungan orang-orang kaya.

Tujuh tahun kemudian, ia menemukan sahabat - dan pemandunya ke lingkungan elite - Sydney Hazlett, putri jutawan yang baik hati, yang mengajak Jenner menemaninya dalam pelayaran amal dengan kapal pesiar mewah Silver Mist. Bukannya pengalaman indah dan romantis yang diperolehnya, Jenner malahan seolah-olah terlibat dalam pembuatan film thriller Alfred Hitchcock. Disandera oleh orang asing yang selalu mengancam akan mencelakai sahabatnya, tak bisa ke mana-mana, Jenner terperangkap dalam intrik yang membingungkan dan berbahaya.

Sementara rasa takut Jenner terhadap si penculiknya berubah menjadi kekaguman, muncul kembali perasaan yang sudah bertahun-tahun hilang - dan ia menyadari telah menemukan kehidupan yang layak diperjuangkan. Jika ia selamat.

Sabtu, 04 Oktober 2014

KAWAH BIRU PEKANBARU

9 September 2014, jalan-jalan yog ke kawah biru.....
Kawah biru cukup dekat dengan pusat kota Pekanbaru. Hanya sekitar 10 menit dari jalan Sudirman.  terletak di kelurahan Tanah Merah, kecamatan Siak Hulu, kabupaten Kampar. Kawah Biru terletak di tanah kosong milik karyawan PLN, sekitar 500 meter dari hotel labersa.



 Foto bersama sahabat terbaik :D

Kamis, 27 Februari 2014

Memorian PPL UIR pada SMP Tunas Harapan Pekanbaru tahun 2013


Foto mahasiswa PPL UIR Tahun 2013, bersama guru-guru SMP Tunas Harapan Pekanbaru dan dosen pembimbing 





 Foto mahasiswa PPL bersama kepala sekolah SMP Tunas Harapan Pekanbaru




 
Narsis dengan bunga kenang-kenangan untuk SMP Tunas Harapan nih...



Narsis dulu yog menggunakan baju PPL hari senin. Pulang dari acara halal bihalal di rumah kepala sekolah...
 



 
Jaga meja piket dulu ya...






 




























Memori yang tak pernah terlupakan. jadi pengen ngajar lagi...

Rabu, 19 Februari 2014

BUNGA LIAR MASA KANAK-KANAK

 bentuknya seperti cabe kan?
iya, waktu kecil kami menggunakannya untuk cabe waktu bermain pasar-pasaran atau masak-masakan.
 




Aku menemuinya, waktu kanak-kanak. bunga narsis bentar ya
 untuk mengingat masa kecil yang indah...





saya menyebutnya orang aring, ntah betul ntah tidak, tak tahulah.
hanya mencoba mengingat tumbuhan yang kujumpai masa kecil dulu

Senin, 30 Desember 2013

DANAU KAYANGAN



Cie cie, perkenalkan dari gengg 4-ever (yappp, berhubung tak tau apa sebutan yang tepat). masa-masa setelah PPL. Untuk mengingat masa-masa muda, mari kita tundukkan kepala hihihi




awaaas, di bawa angin mbaakkk...:D



full gaya ni mbak brooo...



menikmati suasana di tepian danau kayangan. siapa pun yang lewat, yang penting sikat (narsis abiz)

Minggu, 29 Desember 2013

Juara Harapan 3 Lomba menulis Puisi Tingkat Mahasiswa Se-Sumatra Bulan Bahasa 2013








Deg-degkan nih... duar duar ... hihi
 


Foto seluruh pemenang lomba menulis tingkat mahasiswa

Senin, 09 Desember 2013

Keindahan Air Terjun di Bendungan Sungai Paku Lipat Kain












Saat kita mengelilingi bendungan, menuju ke barat maka akan mendengar suara percikan air dari kejauhan. Keindahan yang terselubung dan tertutup dahan pohon.



Taraaaa, inilah air terjun yang masih  asri  merupakan keindahan yang sesunggunya dari bendungan sungai paku!!!







Setelah puas menikmati pemandangan air terjun. Anda bisa berkeliling bendungan.







Jumat, 06 Desember 2013

Puisi Joko Pinurbo

Doa Malam 
Tuhan yang merdu,
terimalah kicau burung
dalam kepalaku.

(2012)


Pada Matanya
Pada  matanya 
aku melihat kerlap-kerlip
cahaya lampu
kota kecil
seperti busikan hati
yang lembut memanggil

(2012)

Daftar PustakaPinurbo, Joko. 2013. Baju Bulan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Kamis, 21 November 2013

Bunga Bugenvil yang Hilang Bersama Raibnya Kenangan

Bunga yang Hilang Bersama Raibnya Kenangan
sekejab hanya bunga biasa
tapi, bunga ini adalah kenangan sebuah jiwa
yang telah tiada
ditanam dengan penuh rasa
hingga berbentuk warna-warni cinta





PEMBENTUKAN KALIMAT

1. Kalimat Sederhana
kalimat sederhana dibentuk dari sebuah klausa yang unsur-unsurnya berupa kata atau frase sederhana.
perhatikan contoh berikut!
-pembangunan harus dilanjutkan.

2. kalimat Luas Rapatan
a. rapatan subjek
b. rapatan predikat
c. rapatan objek
d. rapatan keterangan
e. rapatan kompleks

3. Kalimat Luas Bersisipan
a. Sebagai keterangan subjek
b. sebagai keterangan objek

4. Kalimat Luas Setara
5. Kalimat Luas Bertingkat
6. Kalimat Luas Kompleks
7. Kalimat Elips
8. Klaimat Berita
9. Kalimat Tanya
10. Kalimat Perintah dan Kalimat Larangan
11. Kalimat Seruan

Daftar Pustaka
Chaer, Abdul. 2011. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta

SOAL MEMINDAI BUKU TELEPON/ENSIKLOPEDIA


Pernyataan yang benar mengenai membaca memindai adalah ….
a.       Membaca perlu dilakukan secara perlahan-lahan agar mudah dipahami.
b.      Membaca kata per kata akan menghambat pemahaman terhadap bacaan.
c.       Semakin cepat proses membaca, akan semakin baik pula daya ingat kita.
d.      Setiap bahan bacaan harus dibaca dengan kecepatan membaca tinggi.

Selasa, 29 Oktober 2013

INTERFERENSI DAN INTEGRASI


8.1 Interferensi
Istilah interferensi pertama kali digunakan Weinreich (1953) untuk menyebutkan adanya perubahan system suatu bahasa sehubungan dengan adanya persentuhan bahasa tersebut dengan unsure-unsur bahasa lain yang dilakukan oleh penutur yang bilingual. Seperti seperti sudah disebutkan dalam bab yang lalu, penutur yang bilingual adalah penutur yang menggunakan dua bahasa secara bergantian, dan penutur multilingual. Kalau ada, tentu penutur yang dapat menggunakan banyak bahasa secara bergantian. Namun, kemampuan setiap penutur terhadap B1 dan B2 sangat bervariasi. Ada penutur yang menguasai B1 dan B2 sama baiknya, tetapi ada pula yang tidak, malah ada yang kemampuannya terhadap B2 sangat minim. Penutur bilingual yang mempunyai kemampuan terhadap B1 dan B2  Sama baiknya, tentu tidak mempunyai kesulitan untuk menggunakan kedua bahasa itu kapan saja diperlukan, karena tindak laku kedua bahasa itu terpisah dan bekerja sendiri-sendiri.

MEDAN MAKNA



Harimurti (1982) mengatakan bahwa medan makna (semantic field, semantic domain) adalah bagian dari sistem semantik bahasa yang menggambarkan bagian dari bidang kebudayaan atau realitas dalam alam semesta tertentu dan yang direalisasikan oleh seperangkat unsure leksikal yang maknanya berhubungan. Umpamanya, nama-nama warna membentuk  medan makna tertentu. Begitu juga dengam nama perabot rumah tangga, istilah olah raga, istilah kekerabatan dan sebagainya.
Medan makna meruapakan kelompok kata yang maknanya saling terjalin, maka kata-kata umum dapat  mempunyai anggota yang disebut hiponim. Hal ini terbukti dengan adanya kata tumbuh-tumbuhan yang mempunyai hiponim: bunga, durian, jagung, kelapa, pisang, sagu, tomat ubi; kata bunga mempunyai hiponim: aster, bugenvil, kamboja, matahari, suvenir, tulip.

ALIH KODE DAN CAMPUR KODE

7.1 Alih Kode
Untuk apat memahami pengertian alih kode dengan lebih baik simaklahterlebih dahulu ilustrasi dalam paparan berikut!
Nanang dan ujang, keduanya berasal dari Priangan, lima belas menit sebelum kuliah dimulai sudah hadir di ruang kuliah. Keduanya terlibat dalam percakapan yang topiknya tak menentu dengan menggunakan bahasa sunda, bahasa ibu keduanya. Sekali-sekali bercampur dengan bahasa Indonesia kalau topik pembicaraan menyangkut masalah pelajaran. Ktika mereka sedang asyik becakap-cakap masuklah togar, teman kuliahnya yang berasal dari tapanuli, yang tentu saja tidak dapat berbahasa sunda. Togar meyapa mereka dalam bahasa Indonesia. Lalu, segera mereka terlibat percakapan dengan menggunakan bahasa Indonesia. Tidak lama kemudian masuk pula teman-teman lainnya, sehingga suasana menjadi riuh, dengan percakapan yang tidak tentu arah dan topiknya dengan menggunakan bahasa Indonesia ragam santai. Ketika ibu dosen masuk ruangan, mereka diam, tenang, dan siap mengikuti perkuliahan. Selanjutnya kuliah pun berlangsung dengan tertib dalam bahasa Indonesia ragam resmi. Ibu dosen menjelaskan materi kuliah dalam bahasa Indonesia ragam resmi, mahasiswa bertanya dalam ragam resmi, dan seluruh percakapan berlangsung dalam resmi hingga kuliah berakhir. Begitu kuliah selesai, dan ibu dosen meninggalkan ruang kuliah, para mahasiswa itu menjadi ramai kembali, dengan berbagai ragam santai, ada pula yang bercakap-cakap dalam bahasa daerah.
Dari ilustrasi itu dapat dilihat, pada mulanya nanang dan ujang, yang berbahasa ibu sama, bercakap-cakap dalam bahasa sunda, kecuali sesekali kalau topik pembicaraannya mengenai bahan pelajaran, mereka menggunakan bahasa Indonesia. Sewaktutogar, yang berasal dari tapanuli itu, masuk, maka nanang dan ujang mengubah bahasa mereka dari bahasa sunda ke bashasa Indonesia, meskipun hanya bahasa ragam santai. Demikian juga bahasa yang digunakan bahasa yang digunakan oleh teman-teman mereka yang datang kemudian. Tetapi begitu ibu dosen masuk dan kuliah mulai berlangsung, maka percakapan hanya dilakukan dalam bahasa Indonesia ragam formal. Penggunaan ragam formal ini baru berhenti bersamaan dengan berakhirnya jam perkuliahan. Tepatnya, begitu ibu dosen meninggalkan ruang kuliah.
Peristiwa pergantian bahasa yang digunakan dalam ilustrasi di atas dari bahasa sunda ke bahasa Indonesia, atau berubahnya dari ragam santai menjadi ragam resmi, atau juga ragam resmi ke ragam santai, inilah yang disebut peristiwa alih kode di dalam sosiolinguistik. Memang tentang apakah yang disebut alih kode itu banyak batasan dan pendapat dari pakar. Namun, ilustrasi dan keteranan diatas telah member gambaran apa yang disebut dengan alih kode.
Appel (1976:79) mendefinisikan alih kode itu sebagai, “gejala peralihan pemakain bahasa karena berubah situasi”. Berbeda dengan Appel yang mengatakan alih kode itu terjadi antar bahasa, maka Hymes (1875:103) mengatakan alih kode itu bukan hanya terjadi antarbahasa, tetapi dapat terjadi antara ragam-ragam atau gaya-gaya yang terdapat dalam satu bahasa. Dalam ilustrasi di atas antara ragam santai dan ragam resmi bahasa Indonesia. Lengkapnya Hymes mengatakan “code switching has become a common term for alternate us of two or more language, varieties of language, or even speech styles”.
Kalau kita menelusuri penyebab terjadinya alih kode itu, maka harus kita kembalikan kepada pokok persoalan sosiolingustik seperti yang dikemukakan Firhman (1976:15), yaitu “siapa berbicara, dengan bahasa apa, kepada siapa, kapan, dan dengan tujuan apa”. Dalam berbagai kepustakaan linguistic secara umum penyebab alih kode disebutkan antara lain adalah (1) pembicara atau penutur, (2) pendengar atau lawan tutur, (3) perubahan situasi dengan hadirnya orang ketiga, (4) perubahan dari formal ke informal atau sebaliknya, (5) perubahan topic pembicaraan.
Lawan bicara atau lawan tutur dapat menyebabkan terjadinya alih kode, misalnya karena si penutur ingin mengimbagi kemampuan berbahasa si lawan tutur itu. Dalam hal ini biasanya kemampuan berbahasa si lawan tutur kurang atau agak kurang karena memang mungkin bukan bahasa pertamanya. Kalau si lawan tutur itu berlatar belakang bahasa yang sama dengan penutur, maka alih kode yang terjadi hanya beupa peralihan varian (baik regional maupun sosial), ragam, gaya, atau register. Kalau si lawan tutur berlatar belakang bahasa yang tidak sama dengan si penutur, maka yang terjadi adalah alih bahasa.
Kehadiran orang ketiga atau orang lain yang tidak berlatar belakang bahasa yang sama dengan bahasa yang sedang digunakan oleh penutur dan lawan tutur dapat menyebabkan terjadinya alih kode. Pada ilustrasi di atas, maka sewaktu nanang dan ujang bercakap-cakap dalam bahasa sunda, masuklah togar yang tidak menguasai bahasa sunda. Maka, nanang dan ujag segera beralih kode dari bahasa sunda ke bahasa Indonesia. Sebagai contoh lai, simaklah ilustrasi alih kode berikut dari bahasa sunda ke bahasa Indonesia (diangkat dari Widjajakusumah 1981).
Latar belakang   : kompleks perumahan guru di bandung
Pembicara            : ibu-ibu rumah tanggga. Ibu S dan ibu H orang sunda, dan        ibu N orang minang yang tidak bias berbahasa sunda.
Topik                 : air ledeng tidak keluar
Sebab alih kode : kehadiran ibu N dalam peristiwa
Peristiwa tutur   :
Ibu S                  : bu H, kumaha cai tadi wengi? Di abdi mah tabuh sapuluh  embe ngocor, kitu ge alit (bu H, bagaimana air ledeng tadi malam? Dirumah saya sih pukul sepuluh baru keluar, itu pun kecil)
Ibu H          : sami atuh. Kumaha ibu N yeuh, ‘kan biasanya baik (samalah. Bagaimana bu N ni, kan biasanya baik).
Terlihat di situ, begitubpembicaraan ditujukan kepada ibu N alih kode pun langsung dilakukan dari bahasa sunda ke bahasa Indonesia. Status orang ketiga dalam alih kode jga menentukan bahasa atau varian yang harus digunakan. Pada contoh di atas ibu N adalah orang minang yang tidak menguasai bahasa sunda, maka pilihn satu-satunya untuk beralih kode adalah bahasa Indonesia, karena bahasa Indonesia itulah yang dipahami oleh mereka bertiga.
Menurut Widjajakusumah terjadinya alih kode dari bahasa sunda ke bahasa Indonesia adalah kerena:
(1)   Kehadiran orang ketiga
(2)   Perpindahan topik dari yang nonteknis ke yang teknis
(3)   Beralihnya suasana bicara
(4)   Ingin dianggap “terpelajar”
(5)   Ingin menjauhkan jarak
(6)   Menghindarkan adanya bentuk kasar dan halus dalam bahas sunda
(7)   Menutip pembicaraan orang lain
(8)   Terpengaruh lawan bicara yang beralih ke bahasa Indonesia
(9)   Mitra berbicaranya lebih mudah

Sedangkan penyebab alih kode dari bahaa Indonesia ke bahasa sunda adalah karena:
1.      Perginya orang ketiga
2.      Topiknya beralih dari hal teknis ke hal nonteknis
3.      Suasana beralih dari resmi ke tidak resmi; dari situasi kesundaan ke keindonesiaan
4.      Merasa ganjil untuk tidak berbahasa sunda dengan orang sekampung;
5.      Ingin mendekatkan jarak

Tampaknya penyebab alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa sunda merupakan kebalikan dari penyebab alih kode dari bahasa sunda ke bahasa Indonesia. Soewito membedakan adanya dua macam alih kode, yaitu alih kode intern dan alih kode ekstern. Yang dimaksud alih kode intern adalah alih kode yang berlangsung antar bahasa sendiri, seperti dari bahasa Indonesia ke bahasa jawa, atau sebaliknya, seperti percakapan antara sekretaris dan majikannya dalam ilustrasi. Sedangkan alih kode ekstern terjadi antara bahasa sendiri (salah satu bahasa atau ragam yang ada daam verbal repertoir masyarakat.


7.2 Campur Kode
Pembicaraan mengenai alih kode biasanya diikuti dengan pembicaraan mengenai campur kode. Kedua peristiwa yang lazim terjadi dalam masyarakat yang bilingual ini mempunyai kesamaan yang besar, sehingga seringkali sukar dibedakan.
Kesamaan yang ada antara alih kode dan campur kode adalah digunakannya dua bahasa atau lebih, atau dua varian dari sebuah bahasa dalam satu masyarakat tutur. Banyak ragam pendapat beda keduanya. Namun yang jelas, kalau dalam alih kode setiap bahasa atau ragam bahasa yang digunakan itu masih memiliki fungsi otonomi masing-masing, dilakukan dengan sadar, dan sengaja dengan sebab-sebab tertentu seperti yang sudah dibicarakan diatas. Sedangkan didalam campur kode ada sebuah kode utama ata kode dasar yang digunakan dan memiliki fungsi dan keotonomiannya,sedangkan kode-kode lain yang terlibat dalam peristiwa tutur itu hanyalah berupa serpihan-serpihan saja, tanpa fungsi atau keotonomian sebagai sebuah kode.